Yapkema memfokuskan diri bekerja dalam bidang:
- Pendidikan Warga
- Kesehatan Masyarakat Terpadu
- Penguatan Ekonomi
- Respon Permasalahan Sosial dan HAM
Pendidikan Warga
Pada tahun 1998, Kebijakan Direktorat Jenderal Pendidikan Luar Sekolah dan Pemuda, Departemen Pendidikan Nasional Republik Indonesia merintis dan menyosialisasikan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) di Indonesia yang menyasar desa-desa dan lingkungan masyarakat yang dipandang cukup relevan. Menyadari pentingnya PKBM untuk penyelenggaraan pendidikan, pelatihan, dan pendampingan berbasis masyarakat, pada tanggal 8 April 2014 di Enarotali, Kabupaten Paniai kami membentuk PKBM EPI (Empowerment People Initiative) yang kemudian disebut PKBM Yegeka.
PKBM didirikan di bawah naungan YAPKEMA di Kabupaten Paniai sebagai model untuk selanjutnya dikembangkan di enam Kabupaten di Wilayah Adat Meepago lainnya.
YAPKEMA mendukung prinsip kegiatan pembelajaran di masyarakat dengan tujuan semata-mata untuk memberdayakan masyarakat agar mampu meningkatkan taraf hidupnya ke arah yang semakin baik.
Usaha-usaha yang telah dilakukan untuk mewujudkan sebagian tujuan tersebut antara lain:
- Pendirian pusat pendidikan anak usia dini/TK-PAUD hingga Sekolah Dasar (SD) Pengadaan taman bacaan masyarakat (TBM)
- Pemberantasan buta aksara sekaligus program paket A, Paket B, dan Paket C
- Kelompok belajar usaha keterampilan dan kursus-kursus keterampilan (komputer, jahit menjahit, dll)
- Beasiswa pendidikan dasar bagi anak berprestasi yang orang tuanya tidak mampu
Hingga saat ini YAPKEMA telah berhasil meluluskan ratusan siswa TK/PAUD Yegeka hingga mendirikan SD Yegeka di Enarotali, Kabupaten Paniai. Demikian pula TK/PAUD Anugerah di Ekemanida, Moanemani Kabupaten Dogiyai. Keduanya telah berhasil terdaftar di DAPODIK Kementerian Pendidikan.
Kesehatan Masyarakat Terpadu
Seiring dengan pembangunan, lajunya penularan penyakit juga sulit dibendung. Misalnya, penularan HIV/AIDS dan banyaknya pasien keluarga muda dengan Infeksi Menular Seksual (IMS). Tingginya kematian Ibu dan Anak, gizi buruk, semakin banyaknya orang terserang tubercolosis (TBC), kusta dan malaria. Para penderita penyakit menular tinggal serumah dengan banyak keluarga di rumah yang kecil dan tidak layak. Banyak rumah berada di rerumputan yang tidak ada jamban dan air bersih.
Banyak lahan yang bisa dibudidayakan dengan tanaman gizi namun tidak digarap, bahkan tanaman-tanaman obat dan makanan lokal mulai punah karena masyarakat dikondisikan memilih makanan instan (siap saji) yang tidak bergizi, mengandung bahan pengawet dan zat kimia. Permasalahan ini terjadi karena kelemahan pemerintah dalam upaya deteksi dini dan pencegahan dini melalui promosi kesehatan komunitas seiring laju perkembangan infrastruktur.
Untuk berperan dalam mengatasi permasalah tersebut, YAPKEMA mengembangkan kegiatan-kegiatan yang meliputi:
- Pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS, IMS, TB, malaria dan kusta serta penyakit menular lainnya melalui penguatan kader sebagai ujung tombak program di desa untuk menjalankan usaha edukasi, penjangkauan dan pendampingan minum obat.
- Program penguatan kader Posyandu dan mendorong terbentuknya kerjasama multi pihak masyarakat adat dalam menurunkan tingginya kasus AKI (Angka Kematian Ibu) dan AKB (Angka Kematian Bayi). Kader Posyandu juga dibekali pengetahuan dasar tentang gender, serta pengetahuan tentang penyajian makanan bergizi.
- Program pengembangan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), minimal kesadaran tentang menciptakan suasana yang bersih di lingkungan rumah (sanitasi dan jamban sehat).
Dalam pembangunan bidang kesehatan, YAPKEMA bekerja pada dua arah yaitu: pemerintah dan komunitas. Untuk kerja sama dengan pemerintah, YAPKEMA ingin memastikan layanan kesehatan tersedia melalui advokasi kebijakan serta mendorong pembuatan program yang responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Di tingkat komunitas, YAPKEMA ingin memastikan tersedianya informasi kesehatan bagi masyarakat kampung serta memastikan mereka memanfaatkan layanan kesehatan yang ada.
Di tingkat komunitas YAPKEMA juga menjalin kolaborasi dengan tokoh agama, tokoh adat, pemangku kepentingan, pemerintah distrik dan kampung, dan para pendamping Desa. YAPKEMA dapat didukung oleh mereka karena mereka komponen penting dalam komunitas. Untuk mewujudkan berbagai harapan tersebut YAPKEMA menyelenggarakan kegiatan-kegiatan seperti pelatihan, seminar, lokakarya, focus group discussion, advokasi, lobi, pawai/demo, dan survey.
Penguatan Ekonomi
Upaya pemberdayaan masyarakat yang dilakukan selama ini guna meningkatkan kesejahteraan dan kemandirian masyarakat, secara lugas dapat diartikan sebagai suatu proses untuk membangun masyarakat melalui pengembangan kemampuannya sebagai manusia, perubahan perilaku manusia, dan pengorganisasian masyarakat.
Pembangunan berbasis pemberdayaan masyarakat adalah situasi dimana masyarakat berinisiatif untuk memulai proses membangun, sebagai upaya memperbaiki situasi dan kondisi diri sendiri.
Suatu usaha hanya berhasil dinilai sebagai pemberdayaan masyarakat apabila kelompok komunitas atau masyarakat mampu menjadi agen pembangunan atau menjadi subjek. Masyarakat harus menjadi motor penggerak, dan bukan penerima manfaat (beneficiaries) atau objek saja.
Dalam program ini kehadiran YAPKEMA sebagai fasilitator atau motor penggerak, mendorong masyarakat, khususnya petani/pekerja kebun, yang hidup di kawasan Meepago agar dapat menemukan potensi hidup melalui tanah yang kaya raya.
Para petani/pekerja kebun sebagai manusia utuh yang mampu menciptakan segala sesuatu untuk mempertahankan hidup, membantu diri sendiri dan membantu orang lain. Pemberdayaan ekonomi bagi petani/pekerja kebun di wilayah Meepago Papua adalah melalui jenis tanaman dan ternak yang telah mereka budidayakan sejak dahulu:
- Pengembangan komoditas tanaman jangka panjang (Kopi Arabika Papua)
- Pengembangan budidaya sayuran kol, wortel, kentang, ubi jalar dan bawang Budidaya ikan air tawar
- Peternakan babi
- Pengolahan limbah menjadi pupuk organik
Potensi tersebut di atas menjadi prioritas dalam pemberdayaan ekonomi di kawasan Meepago.
YAPKEMA memilih dan mendidik beberapa petani/pekerja kebun agar dapat menjadi fasilitator dan petani contoh. Harapan penting dari program ini agar kepercayaan diri tumbuh pada diri mereka dan pada alam sekitarnya, yang sebenarnya memiliki bermilyar harapan yang dapat menjadikan mereka sejahtera, tak saja bergantung dengan segala bantuan dari luar.
Sesungguhnya kekayaan ada pada diri mereka dan kampung mereka (OWAADA).
Pengembangan usaha kelompok dampingan YAPKEMA harus benar-benar organik dan tidak melibatkan bahan kimia yang berlebihan, karena dapat menyebabkan ketergantungan pada pasokan bahan dari luar dan membutuhkan biaya yang besar untuk belanja.
Sejauh ini YAPKEMA telah berhasil memberikan pelatihan langsung pada ratusan petani di Kabupaten Dogiyai, Deiyai dan Paniai. Khususnya untuk budidaya kopi arabika, YAPKEMA telah melakukan berbagai program pelatihan, penyuluhan dan pendampingan.
Hasilnya, ratusan ribu bibit kopi telah terdistribusi, kapasitas petani kopi dalam budidaya kopi dan proses pasca panen telah jauh meningkat berkat pelatihan yang diberikan YAPKEMA sejak tahun 2016. Harga jual green bean (biji hijau) kering yang bersih menjadi semakin baik dan adil bagi petani. Para-para pengeringan biji kopi telah dibangun untuk para petani kader dan akan terus diperluas.
Berkat inisiatif Direktur YAPKEMA, sebuah Unit Pengolahan Hasil (UPH) kopi arabika Enauto Coffee telah berhasil didirikan pada tahun 2017 di Kampung Idakotu, Moanemani Kabupaten Dogiyai. Pada tahun 2020 sebuah kafe kopi, Enauto Coffee, juga berhasil didirikan di Nabire yang berjalan baik hingga sekarang.
Pada tahun 2022, YAPKEMA menginisiasi program pendidikan dan pelatihan intensif Sekolah Lapangan Budi daya Kopi Konservasi (SeKoLaB Kopi) Papua dan telah berhasil meluluskan 11 orang siswa.
Semua ini kami lakukan semata-mata demi mendukung kemandirian ekonomi masyarakat adat Papua sekaligus perlindungan terhadap tanah dan berkontribusi pada pencegahan kerusakan iklim agar tidak semakin parah.
Respons Permasalahan Sosial dan HAM
Isu-isu sosial dan HAM yang dimaksud adalah berbagai peristiwa yang mengorbankan masyarakat, baik karena sebab-sebab struktural, seperti pelanggaran hak azasi manusia di berbagai bidang, maupun sebab-sebab horizontal seperti konflik antar masyarakat serta bencana alam.
YAPKEMA tidak menutup mata atas peristiwa-perstiwa tersebut dan berupaya turun tangan, baik sendiri maupun bersama-sama kelompok organisasi masyarakat lainnya.
Kami melakukan respons-respons khusus serta darurat terkait persoalan bencana alam, transparansi anggaran pemerintah dan partisipasi masyarakat untuk mengadvokasi hak mereka terhadap anggaran (seperti kampanye APBD untuk rakyat), mendorong keterlibatan perempuan dalam urusan-urusan publik, mengawal kasus pelanggaran HAM tertentu, dan lain-lain.